كانَ رَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يَأْخُذُنِي فيُقْعِدُنِي علَى فَخِذِهِ، ويُقْعِدُ الحَسَنَ علَى فَخِذِهِ الأُخْرَى، ثُمَّ يَضُمُّهُمَا، ثُمَّ يقولُ: اللَّهُمَّ ارْحَمْهُما؛ فإنِّي أرْحَمُهُمَا
“Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah menggendongku dan mendudukkanku di atas paha beliau. Lerta mendudukkan al-Hasan di atas paha beliau yang lain. Kemudian beliau memeluk kami berdua dan berdoa: "Ya Allah, sayangilah mereka berdua, karena sesungguhnya aku menyayangi mereka berdua"”
فِي رِوَايَتِهِ "إِذَا وَلَدَتِ الأَمَةُ بَعْلَهَا" يَعْنِي السَّرَارِيّ
“Dalam riwayat lain, "... ketika para al-amatu melahirkan tuannya", al-amatu maksudnya para budak wanita yang digauli.”
عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنْ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم، بنحو حديثهم
“Dari Yahya bin Ya'mar dari Ibnu Umar, dari Umar radhiallahu'anhu, dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, sama dengan hadits sebelumnya.”
عن يحيى بن يَعْمَرَ، وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ؛ قَالَا: لَقِينَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ. فَذَكَرْنَا الْقَدَرَ وَمَا يَقُولُونَ فِيهِ. فَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ كَنَحْوِ حَدِيثِهِمْ. عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَفِيهِ شَيْءٌ مِنْ زِيَادَةٍ، وَقَدْ نَقَصَ مِنْهُ شَيْئًا
“Dari Yahya bin Ya'mar dan Humaid bin 'Abdur-Rahman keduanya berkata: "Kami bertemu dengan Abdullah bin Umar, dan kami bertanya tentang masalah takdir dan keyakinan para pengikut Ma'bad Al Juhani dalam masalah takdir". Kemudian Yahya bin Ya'mar menyebutkan hadits yang sama dengan hadits sebelumnya, dari Umar radhiallahu'anhu, dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. Dengan beberapa tambahan dan pengurangan di dalamnya.”
عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ قَالَ لَمَّا تَكَلَّمَ مَعْبَدٌ بِمَا تَكَلَّمَ بِهِ فِي شَأْنِ الْقَدَرِ أَنْكَرْنَا ذَلِكَ قَالَ فَحَجَجْتُ أَنَا وَحُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيُّ حَجَّةً وَسَاقُوا الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ كَهْمَسٍ وَإِسْنَادِهِ وَفِيهِ بَعْضُ زِيَادَةٍ وَنُقْصَانُ أَحْرُفٍ
“Yahya bin Ya'mar berkata: "Ketika Ma'bad mulai berbicara tentang takdir, kami pun mengingkari hal itu. Ketika aku dan Humaid bin 'Abdur-Rahman Al-Himyari pergi untuk Haji ..." redaksi hadits sama dengan hadits sebelumnya secara makna dan sanad. Dengan beberapa tambahan dan pengurangan di dalamnya.”